Selasa, 19 Januari 2010

Inuyasha



Vibizdaily-Sosbud) Setelah 167 episodenya ditayangkan selama lima tahun, kisah petualangan dan cinta antara InuYasha dan Kagome Higrurashi akhirnya mencapai babak pamungkas dalam kisah berjudul "InuYasha - The Final Act". Siaran pers Animax Singapura yang diterima ANTARA, Jumat, meyebutkan, episode pamungkas kisah cinta tanpa batas waktu antara InuYasha, pendekar setengah siluman anjing, dan Higurashi, siswi sekolah yang mampu melintasi waktu dalam sebuah epik menegangkan dan misterius ini dibuat sebanyak 26 episode. Menyuguhkan kisah aksi roman yang fantastis, tayangan ini siap beredar di seluruh Asia pada minggu yang sama dengan penayangan perdananya di Jepang, setiap Sabtu pukul 19.00 WIB (20.00 waktu Asia Tenggara, Filipina dan Singapura, 19.30 waktu Hong Kong, dan 23.00 waktu Taiwan), mulai 10 Oktober 2009. "Jeda penayangan di Jepang dengan di kawasan Asia Tenggara hanya lima hari," kata Wakil Direktur Utama dan General Manajer Animax Asia, Gregory Ho . InuYasha -The Final Act adalah serial animasi terbesar tahun 2009 yang akan menyajikan babak akhir dari kisah InuYasha, yang telah memikat hati penggemar anime di seluruh dunia sejak serial manga-nya dipublikasikan pada tahun 1998. Menurut Ho, penayangan pada minggu yang sama dengan penayangan di Jepang merupakan hal yang sangat jarang terjadi di industri animasi. Biasanya serial-serial tersebut baru masuk ke negara lain termasuk wilayah Asia dalam hitungan bulan dan tahun. sehingga para penggemar menjadi tidak sabar dan memilih membeli versi bajakan atau mengunduh secara ilegal di Internet. Kontrak hak siar InuYasha-The Final Act dalam minggu yang sama dengan penayangan di Jepang merupakan keberhasilan ketiga Animax untuk membawa serial anime terbaru dengan waktu penayangan hampir sama dengan penayangan perdananya di Jepang. Kontrak bersejarah dan pertama di dunia diraih ketika menayangkan Tears to Tiara pada April 2009, dan serial Fullmetal Alchemist Brotherhood yang merupakan serial paling dinanti pemirsa pada tahun ini. "Kami sangat bangga mempersembahkan kejutan ketiga bagi para penggemar Animax tahun ini dengan membawa InuYasha-The Final Act. Ini hak siar sangat eksklusif yang menggambarkan komitmen Animax untuk terus menyajikan tayangan terbaik dengan waktu penayangan terkini bagi penonton," kata Ho. "Go Online" Selain penayangan di minggu yang sama dengan Jepang, Animax juga memulai inisiatif baru yang disebut "catch-up TV", untuk menayangkan episode demi episode serial InuYasha secara online. Dengan cara demikian, penggemar yang tidak menyaksiksan episode-episode InuYasha di televisi dapat menyaksikannya secara online. melalui website www.animax-asia.com, pada tujuh hari setelah penayangan di televisi. "Artinya para penggemar dapat menyaksikan penayangan serial ini mulai tanggal 17 Oktober 2009. Tiap episode dapat diakses di www.animax-asia.com dalam batas waktu satu bulan," kata Ho. Kebijakan "go online" itu ditempuh mengingat popularitas InuYasha yang fenomenal dan menjadi ikon yang memberi banyak inspirasi imajinasitif bagi para penikmatnya di seluruh dunia. "Ini brand promise Animax dalam menyuguhkan sebuah dunia yang sedikit tidak biasa," katanya. InuYasha-The Final Act adalah sekuel kedua dari serial pertama InuYasha yang ditayangkan di Jepang pada October 2000 hingga September 2004. Diadaptasi dari serial manga karya Rumiko Takahashi`s (Ranma 1/2) yang memenangkan Shogakukan Manga Award tahun 2002, serial ini menghidupkan kembali 20 edisi serial manga karya Rumiko, kreator komik manga wanita terlaris dalam sejarah anime. Kreator Sukses besar InuYasha dan karya lainnya membuat Rumiko juga tercatat sebagai kreator manga dengan bayaran terbesar dalam sejarah dan menjadi pembayar pajak terbesar kedua di Jepang pada 2004. InuYasha-The Final Act akan membawa penonton kembali ke zaman feodal Jepang yang penuh kehancuran dan mistik, dan mengungkapkan nasib si pendekar setengah siluman anjing dan Kagome serta teman seperjuangan mereka, siluman musang Shippo, biksu terkutuk Miroku, dan penumpas siluman Sango. Melanjutkan upaya mengumpulkan kepingan-kepingan `Jewel of Four Souls` (perhiasan empat jiwa) yang dapat meningkatkan kekuatan dan mengabulkan permintaan. InuYasha dan teman-temannya akan menghadapi pertarungan yang tidak terelakkan dengan Naraku, tokoh jahat yang mencari tersebut memenuhi ambisinya menguasai dunia. InuYasha-The Final Act diproduksi oleh Sunrise, studio animasi ternama yang memproduksi serial populer di dunia seperti Gundam, Cowboy Bebop, dan Code Geass: Lelouch of the Rebellion. Produksi ini didukung kru dan bintang pengisi suara dari serial pertama InuYasha di bawah bimbingan sutradara Yasunao Aoki (Yakitate!! Japan), penulis skrip storyboard Katsuyuki Sumisama (Naruto, Mobile Suit Gundam Wing), dan perancang karakter Hishinuma Yoshihito (Yakitate!! Japan). Para penonton juga akan mendengarkan kembali Kappei Yamaguchi (Death Note, Ranma1/2) sebagai pengisi suara InuYasha, dan Satsuki Yukino (Bleach, Full Metal Panic) sebagai Kagome. Serial InuYasha tidak hanya berkembang menjadi serial manga dan dua serial anime di TV, tetapi juga menghasilkan empat film animasi berjudul sama dengan kisah yang berbeda dibandingkan yang disuguhkan di manga dan serial televisinya. Diproduksi setiap tahun mulai 2001 hingga 2004, serial ini pun mencetak box-office dengan pendapatan lebih dari 20 juta dolar AS di Jepang, dan puluhan juta dolar di negara lain. Di dunia videogames, sembilan game InuYasha diproduksi mulai tahun 2001 hingga 2007 untuk Sony PlayStation dan Sony PlayStation 2, Bandai: WonderSwan, Game Boy Advance, dan Nintendo DS. Animax Asia diluncurkan pada 1 Januari 2004 sebagai brand anak muda pertama di Asia dan secara khusus menyajikan jenis hiburan animasi mutahir, program produksi orisinil dan eksklusif, musik, teknologi, gaming dan gaya hidup. Dengan jangkauan 40 juta penonton di 20 negara, Animax milik Sony Pictures Entertainment yang dikelola SPE Networks menawarkan kepada para remaja dan kaum muda sebuah petualangan menuju dunia luar biasa, di mana segala sesuatu merupakan keniscayaan.
(srs/SRS/ant)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar