Jumat, 12 Februari 2010

DeanMillvina, satu-satunya korban Titanic yang masih hidup


Terpaksa Jual Memorabilia Titanic untuk Bayar Iuran Panti Jompo

Luput dari tragedi Titanic sempat membuat Millvina Dean dan keluarganya bak selebriti. Tapi, semua itu tidak lantas membuat perempuan 96 tahun tersebut hidup nyaman dan berkecukupan. Bahkan, untuk membayar biaya panti jompo, Millvina harus melelang memorabilia Titanic miliknya.

———-

Millvina berharap lelang memorabilianya bisa menghasilkan uang GBP 3.000 (sekitar Rp 50,6 juta). Barang-barang kenangan yang bakal dia lelang Sabtu (19/10) besok itu termasuk sebuah koper tua berisi pakaian. Konon, koper pakaian tersebut dikembalikan kepada keluarga Dean oleh warga New York setelah Millvina, ibu, dan adiknya selamat. “Koper tersebut memiliki ikatan emosi yang sangat kuat dengannya,” ujar Andrew Aldridge, putra pemilik rumah lelang tempat Millvina berniat menggelar dagangannya.

Aldridge menyebut “koper Titanic” itu sebagai barang istimewa. Selain menjadi saksi nyata tragedi maut di Laut Atlantik Utara tersebut, koper milik keluarga Dean itu juga menyiratkan kebaikan hati warga New York.

Selain menolong korban karamnya Titanic, warga New York juga membantu para korban selamat menemukan kembali barang-barang milik mereka. “Sebab, saat tiba di New York pasca-tenggelamnya Titanic, para korban selamat hanya memiliki pakaian yang melekat di badan mereka,” terang Aldridge.

Selain koper, Millvina akan memamerkan surat kompensasi yang dikirimkan Titanic Relief Fund kepada ibunya. Dalam surat tersebut, yayasan yang khusus melayani korban Titanic itu menyatakan bahwa keluarga Dean berhak atas tunjangan sebesar 1 poundsterling, 7 shilling, dan 6 penny tiap pekan. Beberapa foto langka Titanic, termasuk momen ketika kapal mewah itu bertolak dari dek White Star di Southampton, juga bakal dilego.

Bagi Millvina yang kini hidup sebatang kara, memorabilia Titanic tersebut sebenarnya sangat berharga. Namun, harta yang tak ternilai harganya itu terpaksa dia relakan jatuh ke tangan orang lain demi kelangsungan hidupnya. Sebab, sejak terjatuh di rumahnya dan mengalami patah tulang pinggang sekitar dua tahun lalu, Millvina terpaksa tinggal di panti jompo. Sekarang dia butuh uang untuk membayar biaya panti tersebut.

“Saya kira, saya hanya butuh dirawat selama dua pekan. Tapi, saya lantas terkena infeksi dan harus dirawat lebih lama. (Sampai saat ini) saya sudah berada di panti selama dua tahun,” tutur Millvina dalam wawancara dengan surat kabar Southern Daily Echo. Perawatan panjang itulah yang membuat dia tidak bisa lagi tinggal di rumahnya dan pindah ke panti jompo di Ashurst, Hampshire, tersebut.

Kini dia membutuhkan banyak uang untuk membiayai kehidupannya di panti. “Saya menjual seluruh harta milik saya karena saya harus membayar biaya panti dan perawatan infeksi,” papar perempuan yang masih melajang itu. Dia berharap, segenap harta miliknya yang berharga bisa menghasilkan uang. Dengan demikian, dia bisa tetap tinggal di panti jompo dan mendapatkan perawatan medis.

Saat tragedi Titanic terjadi, Millvina masih berusia sembilan pekan. Adik laki-lakinya pun masih bayi. Ketika itu, keluarga Dean yang terdiri atas empat orang sedang dalam perjalanan ke Kansas. Orang tua Millvina berniat meninggalkan Southampton dan memulai hidup baru di Amerika sebagai pedagang tembakau.

Sayang, harapan itu sirna seiring dengan kecelakaan yang melanda kapal pesiar superbesar tersebut. Untung, Millvina bersama ibu dan adik laki-lakinya selamat. Ayahnya sengaja memasukkan Millvina dan sang adik ke dalam karung demi keselamatan mereka. Lantas, ketiganya menumpang sekoci (Lifeboat 10) dan terapung-apung sampai pantai New York bersama korban selamat yang lain. Namun, sang ayah harus menemui ajal seiring dengan kandasnya Titanic.

Setelah kematian korban selamat Titanic yang lain, Millvina menjadi satu-satunya korban selamat yang masih hidup. Barbara Dainton, korban selamat lain yang berasal dari Cornwall, meninggal tahun lalu. Saat itu, dia berusia 96 tahun. Sementara adik laki-laki Millvina yang konon tercatat sebagai korban selamat termuda juga sudah meninggal dunia. Adik laki-laki Millvina itu meninggal saat berusia 81 tahun pada 1992 lalu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar